Minggu, 11 Mei 2014

KEAJAIBAN AL-QURAN

KEAJAIBAN AL-QUR’AN

Al-quran adalah kalamulloh, dan merupakan salah satu mukjijat terbesar nabi Muhammad yang di berikan Alloh melalui malaikat jibril AS sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya. Alquran bukan hanya petunjuk untuk mencapai kebahagiaan hidup bagi umat Muslim, tapi juga seluruh umat manusia. Segala permasalahan hidup manusia beserta solusinya ada di dalam Al-qur’an.
 Salah satu keajaiban Alquran adalah terpelihara keasliannya dan tidak berubah sedikitpun sejak pertama kali diturunkan pada malam 17 Ramadhan 14 abad yang lalu hingga kiamat nanti. Keaslian Alquran sudah dijamin oleh Allah, seperti dalam firman-Nya, “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Alquran, dan Sesungguhnya Kami pula yang benar-benar memeliharanya.” (QS Al-Hijr: 9)
·      Kehebatan al-quran :
1.  Al-quran itu merangkum semua aspek kehidupan
2. Al-quran merupakan data yang paling autentik yang pernah ada di dunia dan tidak      pernah berubah
3.      Rujukan utama (al-isro:16)

Bukan hanya itu Al-qur’an juga mempunyai banyak keajaiban salah satu keajaiban Al-qur’an adalah al-qur’an merupakan sumber dari segala hukum.
Al-qur’an memuat berbagai aturan-aturan dan perundang undangan bagi kehidupan manusia. Al-quran adalah sumber hukum utama umat Islam. Hukum-hukum atau aturan-aturan itu mencakup segala aspek kehidupan manusia. Mulai dari dimensi ritual, sosial, pendidikan, pemerintahan, perniagaan, dan lain-lain. Salah satunya dalam dimensi sosial dan pendidikan.

1.   Keajaiban al-quran dalam pendidikan
Keajaiban al-quran dalam dunia pendidikan sangat beragam mulai dari kedokteran, bahasa, matematika dll. Salah satunya dalam hal ilmu pengetahuan. Al-quran di turunkan di abad ke 7 M dimana ilmu pengetahuan belum berkembang. Salah satu teori yang berkembang sesudah al-quran adalah teori big bang. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta itu dulunya satu, kemudian akhirnya pecah menjadi sekarang ini. Namun perlu di ketahui sebelum teori itu berkembang al-quran sudah terlebih dahulu mencatatnya, Alloh berfirman :
“ Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasannya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu. Kemudian kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman ?” (QS. Al-anbiyaa:30).
2.  Keajaiban al-quran dalam sosial
Perlu kita ketahui bahwa seluruh aktivitas dan aspek kehidupan kita mulai dari hal yang kecil sampai hal yang besar dan mulai dari diri sendiri bahkan bersosialisasi dengan masyarakat itu di atur dalam al-quran. Salah satu ayat al-quran menjelaskan;
“ Dan jika kami hendak membinasakan suatu negeri, maka kami perintahkan kepada orang yang hidup mewah di negeri itu (agar menaati alloh) tetapi bila mereka melakukan kedurhakaan di dalam negeri itu, maka sepantasnya berlakulah terhadapnya perkataan (hukuman kami), kemudian kami binasakan sama sekali (negeri itu). (QS. Al-isra: 16)
Tafsir dari ayat tersebut adalah:

Hancurnya suatu negeri diakibatkan karena kefasikan seorang pemimpin. Hancur disana bisa di tafsirkan sebagai bencana, hancurnya tatanan kehidupan, dan terjadinya keruksakan moral manusia. Dan hal ini juga tercantum dalam (Qs. al-anbiya :105). 

Jazakillah... Semoga bermanfaat... ^_^
by: Lathifatul Insiyah

Sabtu, 10 Mei 2014

ILTIJAM BIL JAMA'AH

KOMITMEN DALAM JAMA’AH 
(Al-iltijam bil jama’ah)

Menurut Fathi Yakan, iltizam adalah komitmen terhadap Islam dan hukum-hukumnya secara utuh dengan menjadikan Islam sebagai siklus kehidupan, tolak pikir, dan sumber hukum dalam setiap tema pembicaraan dan permasalahan.
Bagi seorang muslim, komitmen atau il-iltijam sangatlah penting dan sangat di butuhkan dalam kehidupannya terutama dalam dakwah. Apalagi kita sebagai ADK, Il-tijam menjadi modal utama dan menjadi indikasi dari ketaatan seseorang terhadap jamaah. Dalam hal ini Il-tijam terbagi kedalam dua bagian, yaitu menurut syariat dan jama’ah.

1.   Il-tijam terhadap syariat
·      aqidah salimah,
aqidah salimah ialah akidah yang sehat, bersih dan murni terbebas dari segala unsur nifaq dan kemusyrikan. Hal ini tercantum dalam QS 2: 165 dan QS 9: 24. Dalam ayat ini di jelaskan bahwa kita tidak boleh meng illahkan siapapun dan apapun selain Alloh yang patut kita sembah. Illah disini yakni terhadap sesuatu hal yang dicintai, dicenderungi bahkan mendominasi. Alloh adalah tuhan kita, begitupun dalam hal prioritas cinta. Kita harus lebih mencintai Alloh di bandingkan yang lain, Alloh adalah prioritas kita, sebagaimana keridhaan dan keikhlasan kaum Muhajirin yang rela meningggalkan harta benda mereka di makkah demi taat dan cinta kepada Alloh dan Rosul-Nya. Begitupun kaum Anshar yang rela menolong dan menerima kaum Muhajirin di madinah. Subhanalloh.....

·      ibadah shahihah,
salah satu tugas seorang muslim di dunia ini selain dakwah adalah ibadah. ibadah merupakan salah satu kewajiban bagi seluruh umat islam dimanapun ia berada. Salah satu ibadah yang paling dominan adalah solat. Sayid qutb pernah berkata kualitas iltizam seseorang diukur dari komitmennya terhadap sholat. Bukan hanya itu, salahudin al-ayubi pernah berkisah, kita zaman peperangan beliau tidak pernah luput dari memantau para tentaranya setiap malam. Jika beliau mendapati tenda tentaranya menyala berarti itu tandanya tentaranya sedang melaksanakan solat malam dan membaca Al-quran. Dan tentara yang berkedapatan melaksanakan solat malam maka merekalah yang akan dikirimkan ke medan perang. Bukan hanya itu amalan yang paling pertama dan utama yang akan ditanya dialam kubur nanti adalah ibadah yaitu solat. Sholat memiliki keistimewaan tersendiri dimata Alloh. Karena solat merupakan salah satu yang sangat urgen tonggak dalam agama, asholatu ‘imadduddin artinya solat itu adalah tiangnya agama. Barang siapa yang tidak melaksanakan solat berarti pondasi yang paling kuat dalam agamanya telah runtuh.

·      akhlaq hamidah,
seorang muslim yang beriltijam harus memiliki akhlah hamidah (terpuji), sebagaimana akhlaknya rosululloh s.a.w. (QS 68: 4) siti Aisyah pernah berkata bahwa akhlak rosululloh adalah Al-quran. Maksudnya jika kalian ingin melihat Al-quran di jabarkan maka lihatlah diri, akhlak dan perilaku rosululloh, karena perilaku rosulullloh tercermin dalam Al-quran. Bahkan menurut riwayat rosululloh dijuluki sebagai Al-quran yang hidup. Hal ini menandakan bahwa akhlak rosululloh begitu hamidah dan kita sebagai umat islam harus mencontoh akhlak beliau sebagai akhlak yang islami dan qurani.

·      dakwah wal jihad,
sebagaimana tercantum dalam QS 3: 104 yang berbunyi bahwa dakwah itu adalah amal ma’ruf nahi munkar yaitu menyeru pada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Dakwah yang paling berat adalah jihad. Jihad disini tidak mesti harus dengan Qital tapi jihad dengan harta, tenaga dll juga bisa di lakukan. Rosululloh pernah berkata, barang siapa yang tidak pernah berjihad dan tidak pernah berniat maka matinya dalam keadaan jahiliyah.

·      syumul wa tawazun
seorang muslim yang beriltizam harus memiliki kesyumulan dan ketawazunan dalam islam seperti dalam QS 55: 7-9. Tawazun disini berarti seimbang, baik dalam aspek kehidupan dll. Manusia diciptakan oleh Alloh dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Ajaran yang dianutnyapun yaitu islam menyeluruh dan menyebar ke seluruh sendi-sendi kehidupan. Oleh karena itu sudah seyogyanyalah dalam diri umat islam harus tercermin sifat syumul dan tawazun ini.

2.  Iltijam terhadap jama’ah
·       Iltizam terhadap bai’ah
Bai’ah atau janji / sumpah sangatlah penting di laksanakan bagi setiap muslim yang beriltijam. Sekali saja seorang muslim berbai’ah maka seumur hidup kita terikat dan beriltijam kepadanya. Hal ini tercontoh oleh tokoh kaum anshar yaitu nusaibah. Dalam bai’ah aqobah II terjadi pertempuran yang melibatkan umat islam dalam perang uhud, nusaibah bertempur mati-matian dan menjadi perisai bagi rosululloh dikala tentara islam yang lain lari terbirit-birit terhadap serangan balik khalid yang mendadak. Bukan hanya itu saja sahabat rosululloh saib yang di siksa oleh musailamah karena tidak mau mengakui musailamah sebagai nabi. Zaid kukuh dengan bai’ahnya walaupun ia harus kehilangan nyawa sekalipun. Karena ke kukuhannya itu zaid di siksa dan badannya di sayat-sayat oleh musailamah sampai meninggal. Itu adalah salah satu contoh sahabat rosul yang iltijam terhadap bai’ahnya, dan kita sebagai umatnya harus mencontoh sikap rosul dan para sahabatnya.

·      Iltijam terhadap ansyithah (kegiatan-kegiatan)
Ansyithah disini bisa berupa banyak hal baik yang berhubungan dengan diri kita dan jamaah maupun diri kita dengan jamaah luar, internal maupun eksternal. Salah satu contoh ansyithah yang internal adalah syuro kepengurusan, halaqoh, dauroh, dll sedangkan ansyithah yang eksternal adalah penggalangan dana, berbagi dengan anak yatim, dll. Perlu diketahui Jika intensitas ansyithah kita terhadap jama’ah iltijam maka akan meningkatkan kekokohan iltijam kita terhadap jamaah itu.

·      Iltijam terhadap wazhifah (tugas-tugas)
Setiap muslim pasti memiliki tugas dan tanggung jawab yang harus di pikul, baik tugas itu berupa amanah atupun yang lain. Apalagi kita sebagai ADK pasti banyak sekali amanah yang mesti kita emban. Baik amanah keluarga, dakwah bahkan kuliah, baik amanah yang disukai maupun yang tidak di sukai. Semua itu harus kita terima dengan ikhlas dan ridho. Seperti kisah sahabat rosul said bin amir yang dimarahi oleh kholifah umar karena tidak mau menerima amanah dari beliau sebagai gubernur di himsh. ternyata iltijam terhadap wazhifah itu sangatlah penting karena bagai manapun juga wazhifah itu datangnya dari Alloh dan kita sebagai hamba-Nya harus taat dan patuh kepada-Nya.

·      Iltjam terhadap infaq
Iltijam terhadap infaq ini tertuang dalam (QS 9: 111, 61:10-11). Keutamaan berinfaq ini sangat besar bahkan Alloh akan menggantinya dengan berlipat-lipat pahala bahkan surga sekalipun bagi orang-orang yang berinfaq karena Alloh. Salah satu sahabat rosul yang patut kita teladani karena keteladanannya yaitu umar dll. Infaq disini banyak ragamnya ada yang sunat dan ada yang wajib, dan kesemuanya itu patut kita laksanakan dan kerjakan.

·      Iltijam terhadap qararat (keputusan-keputusan) jamaah
Setiap muslim harus mentaati semua keputusan-keputusan yang di ambil oleh qiyadah, selama keputusan qiyadah tersebut tidak bertentangan dengan syariat islam. Contohnya dalam sebuah syuro, kita harus iltijam terhadap keputusan jamaah walaupun memang keputusan tersebut tidak sesuai dengan diri kita dan bahkan bertentangan, tapi ingat.. boleh kita menyetujui dan komitmen terhadap keputusan tersebut selama keputusan tersebut tidak bertentangan dengan syariat islam.

·      Iltijam terhadap tha’atul qiyadah
Hal ini terkandung dalam QS 3: 31, 32, 132, 4: 59, 80. Dalam ayat ini dijelaskan bahwa ketaatan yang tertinggi tetap hanya pada Alloh, walaupun memang di ayat yang satunya di jelaskan pula ketaatan kita terhadap qiyadah selama keputusan atau kebijakan yang di ambil tidak melanggar aturan islam.

Jazakillah... semoga bermanfaat... ^_^ 
by: lathifatul insiyah...

SHALAHUDDIN AL-AYYUBI

SHALAHUDDIN AL-AYYUBI 
(Perang Hittin)
Nama asli dari shalahuddin al-ayyubi adalah yusuf bin nazmuddin. Shalahuddin merupakan gelarnya sedangakan Al-ayyubi merupakan nisbah dari keluarganya. Beliau lahir pada tahun 532 H/ 1138 M di Tikrit, sebuah wilayah Kurdi di utara Iraq. Beliau orang yang sangat baik, pemberani, juhud, wara’ dan taat kepada Alloh. Bahkan beliau adalah salah satu pemimpin yang sangat di cintai oleh rakyatnya bahkan beliau terkenal sebagai pemimpin yang anti dan memberantas KKN. Semasa kepemimpinannya beliau selalu menyempatkan bertatap muka langsung dengan rakyatnya di hari senin dan selasa, beliau selalu menerima keluh kesah, kritik ataupun saran dari rakyatnya kala itu dengan sangat bijak.
Semasa kecil shalahuddin telah dikenalkan dengan kerasnya kehidupan dimasa itu. Bahkan ketika menginjak usia 14 tahun, beliau sudah mengikuti berbagai peperangan di Damaskus. Dalam suatu riwayat, pada masa itu terjadi perang salib antara kaum kristian dengan kaum muslimin yang di pimpin oleh Shrkuh. Pada perang tersebut kaum muslimin berhasil mengusir pasukan salib dari perbatasan mesir, atas keberanian Shalahuddin dalam perang ini, beliaupun di naik pangkatkan oleh penguasa pada masa itu yang tak lain adalah paman beliau.
Selang beberapa tahun, Shirkuh yang tak lain adalah paman shalahuddin wafat. Kemudian shalahuddin pun di angkat menjadi panglima sekaligus gubernur menggantikan pamannya. Dimasa kepemimpinannya beliau berhasil memulihkan sistem perekonomian dan sistem pertahanan di mesir. Kemudian setelah semuanya dapat dikendalikan shalahuddin pun menyusun strategi untuk membebaskan baitul maqdis dari tangan tentara salib.
Semasa kepemimpinannya beliau berhasil menaklukan berbagai wilayah salah satunya di suriah. Dalam suatu riwayat pada masa kekhalifahan umar bin khattab terjadi kesepakatan damai antara umat islam daum kaum kristian yang di pimpin oleh umar bin khatab dan uskup sophronius. Isi dari perjanjian itu diantaranya, umat islam, yahudi dan nasrani hidup rukun di suriah dan palestina, mereka bebas menjalankan ibadah masing-masing tanpa ada gangguan dari berbagai pihak, dan mereka diperbolehkan berkunjung satu sama lain. Namun keharmonisan yang telah dibina beratus-ratus tahun itu hancur akibat hasutan-hasutan yang di lontarkan Ermite, dia adalah seorang propokator yang sangat keji yang berhasil menggoyahkan pendirian paus urbanus. Seketika itu juga paus tersebut menggencakan senjata dan mengirimkan tentara salibnya ke yerussalem untuk berperang. Pada saat itu kaum muslimin di yerusalem di bantai dan dibabi buta oleh tentara salib, pada saat itulah dimulai perang salib yag pertama. Pada peperangan ini kota yerusalem atau baitul maqdis berhasil di rebut dan dikuasai oleh pasukan salib.
Mendengar hal tersebut kaum muslimin pun geram dengan sikap pasukan salib. Pada saat itu shalahuddinpun langsung memimpin pasukan kaum muslimin dan menyerang yerusalem, dan akhirnya yerusalempun berhasil direbut kembali oleh kaum muslimin, peristiwa itu bagi kaum kristen disebut perang salib 2.
Berita penguasaan yerusalem di tangan kaum muslimin pun menggencarkan seluruh kaum kristen di seluruh dunia. Pada saat itu frederick dan kawan-kawan menggencarkan senjata ke kota yerusalem dan terjadilah peperangan atau sering disebut sebagai perang salib ke 3. Berkat izin Alloh yerusalem berhasil dipertahankan oleh kaum muslimin. Dan pada saat itu terjadi perjanjian damai antara shalahuddin dan raja Richard. Dalam perjanjian itu diputuskan bahwa kota palestina di bagi menjadi dua wilayah, wilayah pesisir berhak di tempati oleh kaum kristen sedangkan wilayah kota berhak ditempati oleh kaum muslimin. Kedua belah pihak diperbolehkan berkunjung ke wilayah kaum kristen maupun muslim.
Setahun setelah perjanjian itu berlangsung, tanggal 4 Maret 1193 shalahuddin menghembuskan nafasnya yang terakhir. Rohimahumulloh Shalahuddin Al-Ayubbi....

“Tetaplah berkontribusi di lingkaran dakwah ini sahabat seperti halnya kisah Shalahuddin Al-ayubbi. Satu kata yang bisa kita ambil hikmah dari kisah beliau adalah Hal baik yang ditinggalkan oleh orang baik selalu akan menjadi bagian kehidupan selamanya.”

ANAS BIN MALIK AL-ANSHARY

Anas bin Malik Al-Anshary
Anas bin Malik terlahir dari seorang ibu yang bernama al-Ghumaisha. Beliau hidup selama 1 abad 3 tahun lamanya. Beliu mulai mengenal islam dan mencintai nabinya sejak usia belia. Ibunya selalu mengajarkan beliau tentang dua kalimat syahadat dan mencintai nabinya. Sehingga ajaran ibunya itu selalu mengisi relung hati anas bin malik.
Singkat cerita, ketika rosulloh dan abu bakar hendak hijrah ke madinah, orang pertama yang paling menunggu kedatangan beliau adalah anas bin malik. Hingga akhirnya rosululloh dan abu bakarpun datang kemadinah, kaum anshar berbondong-bondong menghampiri dan memenuhi setiap celah jalan tidak terkecuali anas.
Setibanya rosululloh di madinah, ibu anas datang menghampiri rosululloh dan menyerahkan putranya anas untuk menjadi pembantu rosululloh. Rosulullohpun merasa tersanjung dan menerima anas sebagai keluarganya.
Anaspun tinggal bersama rosululloh selama 10 tahun, beliau tahu percis rahasia, kebaikan dan kebiasaan rosululloh setiap harinya. Rosululloh tidak pernah menghardik bahkan memukuli anas semasa hidupnya, bahkan rosululloh amat menyayangi anas, beliau sudah menganggap anas sebagai anaknya sendiri. bahkan panggilan sayang rosululloh kepada anas adalah unais dan anakku.
Suatu hari, anas disuruh oleh rosululoh untuk belanja. Ketika di perjalanan beliau melihat segerombolan anak kecil sedang asyik bermain, kemudian anas pun ikut bermain bersama mereka dan lupa akan perintah rosul. Ketika sedang asyik bermain, tiba-tiba dibelakang anas berdiri seorang lelaki sambil memandangi anas, dan menanyakan pada anas, “ apakah engkau sudah membelikan apa yang aku suruh?” anaspun kaget dan langsung pergi belanja. Dari kejadian itu rosululloh tidak pernah memarahi apalagi mempertanyakan perbuatan anas kala itu. Bahkan rosululloh amat menyayangi anas.

Anas masih hidup dengan kenangan indah bersama rosululloh saw sepanjang hidupnya. Beliau amat bahagia di hari dimana ia bertemu dengan rosululloh dan begitu terguncang saat berpisah dengan rosululloh. Beliu amat menyukai apa yang disukai oleh nabi dan amat membenci apa yang di benci oleh nabi. Hal yang paling sering beliau ingat saat bersama nabi adalah 2 hari. yaitu hari pertama ketika bertemu dengan rosululloh yang membuat dunia ini seakan terang benderang. Dan yang kedua adalah hari dimana rosululloh wafat, yang seakan-akan dunia ini gelap gulita.
Rosululloh sering kali mendo’akan anas agar di lapangkan rizkinya dan di perbanyak keturunannya. Dan do’a rosul pun diijabah oleh Alloh. Anas termasuk orang dari kaum anshar yang banyak hartanya, dan bahkan keturunannyapun paling banyak, anak dan cucu beliau kurang lebih mencapai 100 orang.
Beliau termasuk 3 dari golongan perawi termasyhur yang pernah ada setelah Abu hurairah dan abdulloh bin umar.

Menjelang wafatnya anas jatuh sakit, dan beliau berwasiat kepada keluarganya untuk mentalqin beliau dengan 2 kalimat syahadat dan berwasiat tentang sebuah tongkat milik rosululloh agar tongkat tersebut di kuburkan bersamanya. Maka tongkat itupun di letakkan di sisi tubuh dan bajunya. Rohimahumulloh Anas bin Malik Al-anshary.....

ABDULLOH BIN MAS'UD

Abdullah Bin Mas’ud
Nama asli beliau adalah Abdullah, ayahnya bernama Mas’ud. Kebanyakan orang sering memanggilnya dengan sebutan Ibnu Ummi Abdin. Beliau sering disebut dengan julukan “penjaga rahasia Rosululloh s.a.w.” beliau adalah orang pertama yang berani membacakan Al-quran di hadapan kaum Quraisy setelah rosululloh. Beliau adalah sahabat Rosululloh yang pandai, mengerti Al-quran, taat beribadah, zuhud dan mujahidin yang pantang menyerah dalam setiap peperangan.
Awal mula Abdullah mengenal islam:
Abdullah tinggal di lereng dekat makkah, Ketika masih kecil Abdullah sering mengembala kambing milik tetangganya. Suatu hari Abdulloh sedang mengembala kambing milik seorang pemuka Quraisy bernama Uqbah bin Abi Muayyath. Ketika Abdulloh sedang asyik mengembala kambing, dari kejauhan terlihat dua sosok laki-laki dewasa datang menghampirinya dengan keadaan bibir yang sangat kering dan lesu. Kemudian kedua lelaki ini meminta Abdulloh untuk memeraskan susu kambing tersebut. Tapi pada saat itu abdulloh tidak mengindahkan perkataan kedua lelaki ini, Abdulloh berkata: aku tidak berhak memeras susu kambing ini, karena kambing ini bukan milikku. Kemudian lelaki yang satunya menghampiri kambing betina yang masih keci, kemudian memegang puting kambing tersebut sambil membacakan lafadz Alloh. Tidak lama kemudian puting kambing tersebut membesar dan keluarlah air susu dari puting tersebut. Lelaki yang satunya mengambil batu kering dan menjadikan batu tersebut sebagai wadah untuk air susu tersebut. Abdulloh pun heran dan takjub melihat kejadian tersebut. Kemudian abdulloh meminta kepada kedua lelaki tersebut untuk mengajarinya lafadz tersebut. Kedua lelaki tersebut tiada lain dan tiada bukan adalah Rosululloh dan Abu bakar As-sidiq.
Suatu hari rosululloh dan para sahabatnya mengungsi ke lereng kota mekkah karena takut dianiyaya oleh kaum Quraisy. Ketika itu Abdulloh masuk islam dan mengabdikan dirinya sebagai pembantu Rosululloh.
Abdulloh selalu ikut kemanapun rosululloh pergi, baik dalam keadaan susah maupun senang. Beliau tau semua rahasia rosululloh, bahkan beliau di beri julukan “penjaga rahasia rosululloh”, bahkan beliau orang yang paham dan mengerti al-quran di banding sahabat yang lain.
Suatu hari para sahabat berkumpul, kemudian abu bakar berkata ”siapa yang sanggup membacakan al-quran di hadapan kaum quraisy?” kemudian abdulloh pun memberanikan diri untuk membacakan kalamulloh tersebut, tapi sahabat yang lainmenolaknya karena takut terjadi sesuatu pada diri Abdulloh. Ketika duha tiba abdulloh pergi ke makam ibrohim dekat ka’bah, pada saat itu kaum quraisy sedang berkumpul. Kemudian abdulloh membacakan kalamulloh tersebut. Serentak kaum quraisy memukuli beliau sampai berdarah-darah, tapi beliau tidak menghiraukannya dan terus membacakan kalamulloh tersebut.  Dari kejadian itu beliau sering di sebut sebagai orang pertama yang berani membacakan Al-quran di hadapan kaum quraisy setelah rosululloh.

Abdulloh masih hidup sampai masa khilafah ustman bin affan. Beliau wafat ketika malam hari, lisannya basah karena terus melafalkan lafadz Alloh. Beliau di sholatkan oleh ribuan kaum muslimin termasuk zubair bi awwam dan beliau di kebumikan di kota baqi. Surat yang paling populer dari beliau adalah surat Al-waqiah. Rohimahumulloh Abdulloh bin Mas’ud....

Senin, 28 April 2014

ABU AYUB AL-ANSHARY R.A

Abu Ayub Al-Anshari R.A
“Berangkatlah kalian dalam keadaan ringan maupun berat dan berjihadlah dengan harta dan jiwa kalian di jalan Allah.”
(QS. at-Taubah: 41)
“ Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhoan) kami, benar-benar akan kami tunjukan kepada mereka jalan-jalan kami. Dan sesungguhnya Alloh benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”.
(QS. Al-Ankabut : 69)
Sahabat Rosululloh itu bagaikan cahaya yang selalu menerangi lorong-lorong malam yang gelap gulita. Mereka adalah sumber hadis dan juga pendengar wahyu Allah yang paling awal. Dari mereka, umat Islam memperoleh kesinambungan ilmu tauhid yang disampaikan oleh Rasulullah saw. Kegigihannya, ketangguhannya dalam membela panji Alloh sangatlah menggetarkan hati setiap insan. Keteladanannya dan kecintaannya kepada kekasih Alloh yaitu baginda Rosul bisa menggentarkan hati umat islam. Kesabarannya, ketaqwaannya, suri tauladannya, dan pengabdiannya kepada Rosululloh tiada duanya. Mereka berlomba-lomba dalam kebaikan dan berlomba-lomba dalam berjihad fisabilillah. Mereka adalah pembela agama dan Rasul-Nya. Mereka tidak gentar dengan kematian malahan mereka amat mengimpikan kematian di medan perang. Bagi mereka, mati di medan perang adalah syahid, dan syahid itu pahalanya adalah syurga.
Salah satu sahabat Rosululloh yang patut kita teladani adalah Abu Ayub Al-Anshari. Abu Ayyub al-Ansari r.a (587 - 668) atau nama sebenarnya Khalid bin Zaid bin Kulaib dari Bani An-Najjar. Beliau merupakan salah satu sahabat rosululloh yang sangat dimuliakan oleh Alloh. Walaupun beliau bukan orang pertama yang masuk islam tapi keimanan dan ketaqwaan beliau sudah tidak diragukan lagi. Bahkan Nama dan derajatnya dimuliakan oleh Allah di kalangan makhluk, baik di Timur maupun di Barat.
Beliau adalah sahabat rosululloh yang tidak pernah absen dan selalu terlibat langsung dalam semua peperangan yang pernah dialami oleh umat islam mulai dari menentang kerajaan Rom Byzantine sejak mula perjuangan hingga ke zaman pemerintahan Muawiyah.
Rosululloh sangat mencintai dan menyayangi Abu Ayub dan keluarganya. Diriwayatkan Rosululloh pernah tinggal di rumah Abu Ayub selama 7 bulan selepas hijrah ke madinah. Diriwayatkan ketika itu Rosululloh saw hijrah dari makkah ke madinah. Ketika tiba di madinah kaum Ansar menyambut Rosululloh dengan amat gembira. Mereka berlomba-lomba memberikan tumpangan kepada Rosululloh. Kaum Ansharpun berkata “Ya, Rasulullah! Sudilah Anda tinggal di rumah saya selama Anda menghendaki. Akomodasi. dan keamanan Anda terjamin sepenuhnya.” kata mereka berharap. Jawab Rasulullah, “Biàrkanlah unta itu berjalan ke mana dia mau, karena dia sudah mendapat perintah.”
Setelah unta tersebut berkeliling mengitari kota yastrib, akhirnya unta tersebutpun berhenti di sebuah lapangan depan rumah Abu Ayub. Betapa bahagia dan gembiranya Abu Ayub dan istrinya melihat kedatangan Rosululloh dan keluarganya. Ibarat melihat sebuah permata dari surga yang tiada duanya. Serentak dikemasi dan dibawakannya barang-barang milik Rosululloh dan disimpan di rumahnya dengan sangat hati-hati. Abu Ayub memiliki rumah yang bertingkat, ketika di rumah Abu Ayub, Rosululloh lebih memilih tinggal di rumah paling bawah agar sahabat-sahabat Rosululloh yang akan berkunjung lebih mudah ketika menemui Rosululloh. Walaupun pada saat itu Abu Ayub tidak menyetujui usulan Rosululloh, Abu Ayub berharap Rosululloh bisa tidur dan menempati rumah yang paling atas karena kehawatirannya dengan keselamatan Rosululloh. Hingga suatu hari terjadi suatu peristiwa, bejana milik Abu Ayub tumpah dilantai paling atas. Ketika itu hanya ada sehelai kain yang bisa menyerap air tersebut. Abu Ayub dan istrinya bergegas mengambil kain tersebut dan di bersihkannya lantai tersebut sampai kering. Mereka khawatir air yang tumpah itu akan menetes ke badan dan bajunya Rosululloh. Pagi harinya Abu Ayub dan istrinya menceritakan kejadian semalam kepada Rosululloh, hingga akhirnya Rosulullohpun mau menerima usulan dari Abu Ayub dan tinggal di rumah paling atas.
Alkisah, suatu hari ketika cuaca di kota Yastrib sangat panas, Abu Bakar keluar dari rumahnya menuju mesjid, ketika itu umarpun datang dan menayakan kepada Abu Bakar perihal kenapa Abu Bakar keluar dari rumah. Ternyata pada saat itu dua orang sahabat Rosul ini sedang kelaparan. Rosulullohpun datang menghampiri kedua sahabatnya, dilontarkanlah satu perkataan yang pernah di lontarkan oleh Umar kepada Abu Bakar. Kebetulan saat itu pula Rosululloh dalam keadaan lapar. Dan mereka berdua diajak oleh Rosululloh untuk berkunjung ke rumahnya Abu Ayub. Ketika sampai di rumah Abu Ayub, Rosululloh beserta kedua sahabatnya di sambut dengan gembira dan dijamunya dengan seikat kurma, gulai kambing dan bakar kambing. Kemudian Rosululloh mengambil sebungkus roti dan ditaburinya roti tersebut dengan gulai kambing itu, kemudian di berikan kepada Siti Fatimah, yang sejak kemarin belum menemukan makanan seperti ini. Setelah selesai makan, Rosululloh meminta kepada Abu Ayub untuk menghadiri undangan besok di rumahnya Rosululloh.
Keesokan harinya Abu Ayub bergegas pergi menemui Rosululloh. Ketika sesampainya di rumah Rosululloh, Abu Ayub di bekali seorang gadis untuk membantu Abu Ayub di rumahnya. Abu Ayub pun menerima pemberian dari Rosululloh dan tidak bisa menolaknya. Sesampainya di rumah, Abu Ayubpun menceritakan tentang pemberian dari Rosululloh tersebut, kemudian setelah diskusi dengan istrinya, Abu Ayubpun berniat untuk memerdekakan gadis tersebut. Masya Alloh begitu mulianya hati Abu Ayub....
Abu Ayub adalah satu sahabat Rosul yang paling gigih dalam berjihad. Beliau tidak pernah absen dalam mengikuti peperangan, mulai dari perang uhud, badar, khandaq dll sampai ke ekspedisi Khalifah Muawiyah untuk menaklukan kota Constantinople yang di pimpin oleh Abu Yazid bin Muawiyyah. Peperangan terakhir yang diikuti oleh Abu Ayub adalah perang dalam misi menaklukan kota Constantinopel. Pada saat itu usia Abu Ayub menginjak usia 80 tahun. Namun beliau tetap bersemangat dalam berjihad fisabilillah. Rosululloh pernah bersabda:
''Costantinople (Istanbul) akan jatuh ke tangan tentera Islam. Rajanya adalah sebaik-baik raja, tenteranya adalah sebaik-baik tentera...''
Mendengar sabda Rasulullah SAW tersebut, Abu Ayyub al-Ansari RA begitu yakin dan percaya, bahwa suatu hari nanti, kota Costantinople akan jatuh ke tangan umat Islam. Sejak itu, umat Islam seluruhnya berlomba-lomba untuk membebaskan kota itu. Kemudian
Rosulullohpun pernah bersabda:
"Seorang lelaki yang soleh akan syahid dan akan dikuburkan di bawah kubu kota Constantinople"
Mendengar sabda Rosululloh tersebut, Abu Ayubpun tambah bersemangat dalam berjihad, hingga akhirnya ketika dalam pelayaran, Abu Ayubpun jatuh sakit. Kemudian panglima perangpun datang menghampiri Abu Ayub dan menanyakan, ''Wahai Abu Ayyub ! Adakah kamu ingin meminta sesuatu?''  Abu Ayubpun berkata:
“Sampaikan salamku kepada seluruh tentera Islam dan beritahulah mereka, mahukan mereka menembusi seberapa jauh tembok Constantinople sehingga mereka beroleh kemenangan dan mengebumikan mereka(tentera Kristian Rom Byzantine) di bumi Constantinople.”
Beliau berwasiat, ketika wafat nanti beliau ingin dikuburkan di luar tembok Constantinople. Ketika ditanya mengapa beliau ingin dikuburkan di tembok tersebut, beliau berkata kepada panglima tentera  Umaiyyah:
“Aku mendengar baginda Rasulullah saw mengatakan seorang lelaki soleh akan dikuburkan di bawah tembok tersebut dan aku juga ingin mendengar derapan tapak kaki kuda yang membawa sebaik-baik raja yang mana dia akan memimpin sebaik-baik tentera seperti yang telah diisyaratkan oleh baginda.
Itu adalah wasiat sekaligus perkataan terakhir dari Abu Ayub Al-Anshari. Tidak lama kemudian Abu Ayubpun menghembuskan nafas terakhirnya. Tentara muslim merasa kehilangan atas wafatnya Abu Ayub ini, semangat mereka semakin menggelora ketika mereka mendengar wasiat dari Abu Ayub, tentara muslimpun berusaha mewujudkan wasiat dari sahabat Rosul itu. Sambil membawa jenazah Abu Ayub, tentara muslimpun bersemangat berjihad untuk menghancurkan dan menerobos gerbang constantinopel. Berkat izin dan ridho Alloh  gerbang constantinopelpun berhasil di robohkan oleh tentara muslim. Seketika itu tentara muslim langsung memakamkan jenazah Abu Ayub di bawah tembok constantinopel sesuai dengan wasiat beliau.

“Satu per satu bintang yang berkilauan itu menghilang dengan seizin-Nya, namun kita harus bisa menggantikan bintang yang hilang itu Sahabat....”
“Sahabat.. selama tubuh ini masih bisa di gerakkan, selama kaki ini masih bisa berjalan, selama darah ini masih mengalir dan selama jantung ini masih berdetak, dakwah itu harus di tegakkan dan panji islam harus tetap berkibar... ingat kisah Abu Ayub sahabat, kecintaannya kepada alloh dan baginda Rosul bisa mengalahkan semuanya..”

Rohimahumulloh Abu Ayub Al-Anshori